Showing posts with label bikin. Show all posts
Showing posts with label bikin. Show all posts
Sunday, November 24, 2013
Inilah Jenderal Vietnam Yang Bikin Amerika Kalah Perang
Inilah Jenderal Vietnam Yang Bikin Amerika Kalah Perang - Nama Vo Nguyen Giap, selamanya akan ditulis dengan tinta emas dalam sejarah Vietnam. Dia adalah jenderal yang jenius, yang berhasil mengusir penjajah Prancis dan kemudian memaksa Amerika Serikat hengkang. Giap adalah pahlawan besar nomor dua, setelah Ho Chi Minh yang mengantar negerinya menuju kemerdekaan dan berhasil membuat Amerika kalah dalam perang Vietnam.

Kini kabar duka datang. Giap dinyatakan meninggal dunia Jumat malam di rumah sakit militer di ibukota Hanoi -- di mana ia dirawat selama 4 tahun karena tubuhnya yang makin lemah digerogoti penyakit. Ia meninggal dalam usia 102 tahun. Kabar meninggalnya Giap tersebar ke seantero bumi, meski pihak pemerintah Vietnam belum mengumumkannya secara resmi.
Dijuluki Napoleon merah, Giap memimpin tentara gerilya yang memakai sandal jepit dari ban bekas, menyeret artileri di wilayah pegunungan, mengepung dan menghancurkan pasukan Prancis di Dien Bien Phu pada 1954. Kemenangan itu tak hanya membuat Vietnam merdeka, tapi juga menghapus kolonialisme di seluruh Indochina.
Giap juga mengalakan pemerintahan Vietnam Selatan yang didukung Amerika Serikat pada April 1975, menyatukan negara yang dulunya terbagi menjadi komunis dan non-komunis. Untuk mencapai kemenangan, tak jarang ia merelakan banyak korban nyawa jatuh.
"Tak ada perang kemerdekaan sebuah negeri yang sesengit dan merenggut banyak korban nyawa seperti ini (Perang Vietnam)," kata Giap pada 2005, seperti dimuat ABC News, Jumat 4 Oktober 2013.
"Kami kami terus berjuang untuk Vietnam. Tak ada yang lebih berharga daripada kemerdekaan dan kebebasan."
Ingatan Giap masih tajam meski telah sepuh, ia juga cakap bicara politik dan peristiwa terkini. Dalam usia 90-an tahun, ia masih menerima sejumlah pemimpin dunia di rumahnya yang bergaya kolonial di Hanoi.
Meski secara luas dihormati di Vietnam, Giap adalah musuh bagi jutaan rakyat Vietnam Selatan yang berperang bersama pasukan AS dan melarikan diri dari tanah air mereka setelah perang.
Mantan Wartawan
Giap lahir pada 25 Agustus 1911 di Provinsi Quang Binh, Vietnam. Giap mulai aktif di politik pada tahun 1920-an. Giap sempat jadi wartawan sebelum bergabung dengan Partai Komunis. Giap pernah ditahan pada tahun 1930 karena memimpin demonstrasi anti-Prancis, tapi kemudian mendapat gelar sarjana dari Hanoi University.
Pada 1940, ia bertemu dengan Ho Chi Minh di barat daya China sebelum kembali ke pedesaan Vietnam utara untuk merekrut gerilyawan Viet Minh -- cikal bakal gerilyawan yang kemudian dikenal sebagai Viet Cong. Saat melanglang di luar negeri, istri Giap ditangkap pihak Prancis dan meninggal di tahanan. Ia lalu menikah lagi dan punya 5 anak.
Pada tahun 1944, Ho Chi Minh meminta Giap mendirikan dan memimpin pasukan gerilya melawan penjajah Jepang pada Perang Dunia II. Setelah Jepang menyerah pada sekutu tahun berikutnya, Viet Minh melanjutkan perjuangan melawan penjajah Prancis. (Sumber: Liputan6.com)
Itulah sekelumit cerita tentang Jenderal Vietnam Yang Bikin Amerika Kalah Perang sekedar untuk menambah pengetahuan kita mengenai sejarah perjuangan bangsa Vietnam.
Thursday, October 31, 2013
10 Pekerjaan Yang Bisa bikin Stress

Ada aspek-aspek tertentu dalam setiap pekerjaan yang memberikankontribusi atau memperburuk depresi. Orang-orang dengan pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami stres dapat mengontrol stresnya jika mereka mau mengurus diri sendiri dan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” ujar Deborah Legge, PhD, seorang konselor kesehatan mental di Buffalo, New York.
Seperti yang dikutip dari Health, berikut 10 pekerjaan dengan tingkat stres tertinggi.
1. Staf Administrasi
Orang-orang dalam bidang pekerjaan ini berada dalam garis depan, mendapat permintaan dari orang banyak namun mereka berada dalam tingkat terbawah untuk kekuasaan. Banyak staf administrasi yang merasa bahwa pekerjaannya tidak diakui sebagai pekerjaan yang mempermudah hidup orang lain. Hal ini membuat mereka merasa terbebani.2. Pramusaji
Umumnya, pekerjaan ini mendapatkan upah rendah, melelahkan dan selalu diperintah oleh banyak orang mengenai apa yang harus dilakukan setiap hari. Sebanyak 10% pramusaji mengalami depresi berat dalam setahun terakhir, dan hampi 15% wanita melakukan pekerjaan ini. “Ini merupakan pekerjaan tanpa pamrih. Orang-orang dapat berlaku kasar dan pekerjaan ini membutuhkan banyak tenaga fisik. Ketika orang mengalami depresi akan sulit untuk mendapat energi dan motivasi ketika dibutuhkan,” kata Deborah Legge.
3. Pekerja Sosial
Berinteraksi dalam waktu yang lama dengan anak-anak yang dilecehkan atau keluarga bermasalah, tak jarang membuat orang dengan pekerjaan ini depresi. Belum lagi, para pekerja sosial dituntut untuk bekerja selama 24 jam. “Karena pekerja sosial harus bekerja dengan orang yang sangat membutuhkan mereka, sangat sulit untuk tidak mengorbankan banyak hal untuk pekerjaannya ini. Saya melihat banyak pekerja sosial yang mudah tersulut emosinya,” ungkap Willard.
4. Staf Penjualan
Banyak orang yang bekerja dalam bidang ini mendapat upah dari berapa banyak penjualan mereka. Artinya, mereka tidak tahu secara pasti berapa banyak uang yang akan mereka dapat pada bulan depan. Tak jarang staf penjualan hidup berjauhan dari keluarga dan teman karena harus banyak menghabiskan waktu di luar rumah atau tinggal kota berbeda.
“Ketidakpastian pendapatan, tekanan luar biasa untuk mendapat hasil, dan waktu yang lama dapat membuat pekerjaan ini berisiko tinggi menyebabkan stres,” kata Legge
5. Pekerja di Bidang Kesehatan
Pekerjaan ini termasuk dokter, perawat, terapis dan profesi lain yang banyak memberi bantuan kepada orang lain namun sering melupakan diri sendiri. Pekerjaan seperti ini memiliki jam kerja yang lama dan tak tentu. Selain itu, pekerjaan ini terbebani dengan kenyataan bahwa keselamatan orang lain ada di tangan mereka.
“Setiap hari mereka melihat banyak orang sakit, trauma, kematian dan berurusan dengan keluarga pasien. Hal ini dapat mempengaruhi pandangan seseorang secara keseluruhan bahwa dunia adalah tempat yang menyedihkan.”
6. Seniman, Entertainer dan Penulis
Biasanya pekerjaan ini tidak mendapatkan upah yang teratur, jam kerja tak menentu dan sering terisolasi dari kehidupan sosial. Orang-orang kreatif memiliki tingkat gangguan mood yang tinggi dan sekitar 9% orang dilaporkan mengalami depresi berat.
“Satu hal yang saya lihat banyak dialami pada para entertainer dan seniman adalah gangguan bipolar. Mungkin ada diagnosis gangguan mood yang tidak diobati pada orang yang artistik. Gangguan depresi sering ditemui pada mereka yang tertarik untuk bekerja di bidang seni. Gaya hidup mereka juga memberikan kontribusi untuk itu,” kata Legge.
7. Perawat Lansia dan Babysitter
Dilaporkan hampir 11% orang di dua bidang ini mengalami depresi berat dengan proporsi 13% di antara pada para pengangguran dan 7% pada populasi umum. Tiap harinya, kedua pekerjaan ini diharuskan memberi makan, memandikan dan merawat orang yang –kebanyakan– tidak mampu mengungkapkan rasa terimakasih atau penghargaan karena terlalu sakit atau terlalu muda. “Inilah yang membuat stres, melihat orang-orang sakit dan tidak mendapat dukungan positif,” ujar Christopher Willard, psikolog di Tufts University dan penulis buku ‘Child’s Mind’.
8. Guru
Tuntutan terhadap guru tampaknya terus berkembang. Tak hanya mengajar, mereka juga diharuskan mengoreksi tugas murid setelah pulang kerja. Menurut Willard, pekerjaan ini mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak yang berbeda. Misalnya, dari para murid, orang tua murid dan pihak sekolah. Semua memiliki standar yang berbeda.
9. Petugas Reparasi
Orang dengan pekerjaan ini baru bekerja ketika ada sesuatu yang rusak atau berjalan tidak benar. Mereka juga harus bekerja dengan jadwal yang tidak menentu dan tak jarang sering mendapat giliran kerja larut malam. Walau pekerjaan mereka cukup membutuhkan banyak energi, upah yang diterima termasuk kecil. “Mereka sering mendapat pekerjaan yang berisiko dan berbahaya,” tambah Willard.
10. Penasihat Keuangan
Banyak orang yang tidak suka berurusan dengan tabungan dan keuangan mereka karena membuat stres. Bayangkan jika harus menangani ribuan atau jutaan uang untuk orang lain. Menurut Legge, ada tanggung jawab yang begitu banyak saat mengelola keuangan orang lain. Ketika klien kehilangan uangnya, mereka akan dihujat banyak orang.
TeKaPe
Subscribe to:
Posts (Atom)